Senin, 21 Januari 2013

Fenomena Lingkungan. Serius??? Apa Rumor??


Kini 2013, sedang musimnya banjir, disebabkan curah hujan yang tinggi, namun sebetulnya bukan karena curah hujan sebagai penyebab banjir, melainkan karena orang-orang banyak yang membuang sampah-sampah sembarangan, terselip di tiap-tiap selokan-selokan yang ada, bahkan bukan hanya sampah saja yang terdapat di selokan, mayat pun ada di selokan, memang orang-orang sepertinya sudah tidak peduli terhadap lingkungan.
Dampaknya, kotor, air-air tercemar dan menyebabkan musibah seperti banjir. Pada tahun 2012, Mama Laurent (alm), pernah mengatakan bahwa:
“saya tidak mampu lagi meramal setelah tahun 2013, penglihatan tertutup tabir hitam kelam gelap nan kotor. Tahun 2013 penuh dengan duka dan bencana, air mata dimana-mana, mata air kering tak mengalir. Boleh percaya boleh tidak, tapi ramalannya selalu tepat, jarang meleset. Kita perlu waspada, apa lagi tahun ini (2012) tahun Naga”
Mama Laurent juga mengatakan bahwa:
“akan ada peramal yang bisa membersihkan tabir hitam & kotor itu pada tahun 2013”. Siapakah dia? Dia adalah Mama Lemon, cairan pembersih yang ampuh menghilangkan noda- noda hitam di piring, gelas, dan panci.
Ini hanya sekedar guyonan belaka, jangan difahami seriusintermezzo dulu. Apalagi sampai terpengaruh percaya dengan peramal. Hanya Alloh swt yang tahu hal ghaib, tapi anehnya manusia dengan dingin menerima saja apa yang dikatakan dengan dalih mengatakan “betul juga ya kejadian”, itu yang saya dengar saat-saat ini, apalagi dengan dibantunya digembor-gembor di media massa tentang 2013 bakal banyak musibah salah satunya banjir sekarang yang terjadi.

وَعِندَهُمَفَاتِحُالْغَيْبِلاَيَعْلَمُهَاإِلاَّهُوَ...
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri… (QS. Al-An’am : 59).

Mengenai banjir yang kian banyak kata orang-orang meresahkan dan dijadikan keluhan, jangan menyalahkan hujan. Karena hujan adalah air yang diturunkan dari langit dan penuh keberkahan.

وَنَزَّلْنَامِنَٱلسَّمَآءِمَآءًۭمُّبَٰرَكًۭافَأَنۢبَتْنَابِهِۦجَنَّٰتٍۢوَحَبَّٱلْحَصِيدِ
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaaf: 9).

Yang dimaksud keberkahan di sini adalah banyaknya kebaikan, karena kebaikan berati ada manfaatnya, bahkan Rasulullah pun ketika melihat hujan berdoa. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّالنَّبِىَّ -صلىاللهعليهوسلم- كَانَإِذَارَأَىالْمَطَرَقَالَ « اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً
“Nabi saw ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan”. Al Khottobi mengatakan, ”Air hujan yang mengalir adalah suatu karunia.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5/18).

Lantas realitanya bukan bermanfaat malah yang terjadi banjir dan menghambat segala aktivitas, begitulah pemikiran orang-orang ketika turun hujan, makanya banyak yang mengeluhkan tentang hujan. Tidak ada hujan orang-orang memohon untuk diturunkan hujan, adanya hujan malah dikeluhkan dengan banjir. Mengapa musibah tersebut terjadi itu karena perbuatan tangan manusia sendiri yang tidak menjaga lingkungan, seperti hal yang sudah tidak asing lagi yaitu tentang membuang sampah sembarangan itu hal kecil namun berdampak besar. Kebanyakan orang sebenarnya sadar akan tentang menjaga lingkungan tersebut. Namun mereka hanya sekedar tahu saja, sedangkan sikapnya tidak bergerak. Maka dari itu jadilah menjadikan hal tersebut sebagai budaya.

وَماأَصابَكُمْمِنْمُصيبَةٍفَبِماكَسَبَتْأَيْديكُمْوَيَعْفُواعَنْكَثيْرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS. Asy-Syuura: 30)


2 komentar:

  1. sebenarnya alam itu sudah dirancang sedimikian sempurna mbak.

    hutan sebagai sumber resapan hujan, sekaligus tandon air saat musim kemarau. eh sekarang malah dibabati dengan membabi buta.

    Sungai pun sekarang telah menjadi ajang karnaval sampah dan limbah... semoga banjir bisa membuat kita sadar, dan lebih mencintai lagi alam raya ini..

    salam kenal mbak :)

    BalasHapus
  2. benar sekali ,semoga menjadi bahan renungan ya untuk kita semua sebagai warga negara idonesia :)
    supaya kita lebih bisa menjaga lagi lingkungan sekitar..

    sipp, terimakasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus